Kolam-Air-Soda-Aek-Rara
Kolam-Air-Soda-Aek-Rara

Wisata tanah air selalu memberi kejutan bagi para pelancong domestik maupun mancanegara. Tidak hanya yang memberikan suguhan lanskap pemandangan alam yang sangat indah dan memukau, tempat wisata di Indonesia juga memberikan keunikan-keunikan tersendiri. Salah satunya adalah tempat wisata di Desa Parubu I, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara ini.

Di salah satu sisi kaki sebuah bukit di desa tersebut terdapat sebuah kolam yang airnya dikenal dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Pelancong yang datang ke sana tidak hanya pelancong lokal saja, tetapi juga pelancong mancarnegara. Pasalnya, ada yang unik di tempat wisata itu. Air yang memenuhi kolam tersebut bukan air biasa.

Ada belasan mata air yang mengalirkan air soda memenuhi kolam tersebut. Ini sama halnya dengan fenomena air soda yang dikenal luas oleh masyarakat dunia yang terdapat di Venezuela, Amerika Selatan. Kolam air soda di Tapanuli Utara ini oleh masyarakat Tapanuli Selatan dinamai Aek Rara yang dalam bahasa Batak Toba berarti “Air Merah”.

Air soda di kolam itu seolah mendidih, gelembung-gelembung air muncul ke permukaan tanah. Air itu juga benar-benar menguarkan bau soda. Hanya saja, air tersebut tidak memiliki rasa seperti minuman berkarbonasi dengan rasa strawberry yang tersaji di dalam botol. Air ini justru terasa sedikit asin, selain itu tidak lengket di kulit sebagaimana minuman ringan yang bikin sendawa itu.

kolam-air-soda
Lanskap Indah Kolam Air Soda

Keunikan kolam Aek Rara yang bila diperhatikan memang dominan berwarna merah itu tidak hanya pada airnya yang menyerupai soda. Tapi lokasi dan sejarah keberadaannya yang membuat wisatawan semakin penasaran dan bertanya-tanya. Pemandangan di sekitar kolam tersebut tidak kalah indahnya dengan pemandangan alam di tempat wisata lainnya di tanah air kita tercinta ini. Udara sejuk, hamparan sawah di lereng bukit Rusa Silindung akan membuat para pengunjung betah.

Menurut sumber yang dikumpulkan wisatadi.net, kolam air soda tersebut ditemukan oleh seorang perempuan bidan yang telah lama merantau ke luar daerahnya. Bidan O Tobing Sihite, atau Minar Sihite pada suatu hari pulang ke Tarutung, kampung halamannya, setelah sekian lama merantau. Tanpa sengaja, langkah kakinya mengarahkan dirinya pada sebuah hamparan air yang tertutup semak belukar. Awalnya ia mengira bahwa itu adalah rawa biasa, tapi ternyata ia mendapati air tersebut bergelembung dan berwarna merah.

Menurut kisah masyarakat setempat, sejak saat itulah Minar Sihite mulai mengelola tempat tersebut. Membersihkannya dan menatanya hingga rapi. Apalagi suatu malam setelah ia menemukan kolam itu, O Tobing Sihite bermimpi didatangi oleh Sahala Opung (semacam roh) dan mendapat pesan atau wasiat bahwa dia harus mengembangkan tempat itu. Syaratnya adalah menyiapkan tujuh itak pohul-pohul (makanan tradisional yang terbuat dari gula aren terbungkus daun pisang) sebagai persembahan.

Pada akhir bulan april tahun 1989 kolam tersebut tertimbun tanah longsor. Bidan Minar Sihite memugar kolam tersebut dengan biaya sendiri, sementara pada saat yang bersamaan masyarakat dan pemerintah setempat berusaha melarang dan hendak mengambil alih pengelolaan kolam tersebut. Berkat kegigihannya, Ibu Minar Sihite berhasil memperbaikinya dan menjadikannya tempat wisata hingga saat ini.

Kolam-Aek-Rara
Sensasi Mandi Kolam Air Soda

Versi lain sumber yang didapat olehwisatadi.netadalah bahwa yang menemukan kolam air soda itu seorang bidan bernama O Tobing Sihite. Ia adalah seorang bidan desa. Ia kali pertama menemukannya ketika mencangkul sawah milik keluarganya pada saat masih kecil. Saat mencangkul, O Tobing kecil menemukan pancaran air. Barulah ia tahu bahwa air itu bukan air biasa ketika merasakannya. Rasa dan aroma air itu seperti soda.

Sejak saat itulah keluarga O Tobing Sihite membangun kolam pemandian air soda yang terbuka untuk umum. Tempat wisata pemandian itu tidak dipungut biaya, syaratnya pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan. Di dalam tempat wisata itu telah ada penjual makanan dengan harga yang terjangkau.

Peraturan lain yang tidak boleh dilanggar oleh pengunjung antara lain tidak boleh berkata-kata kotor atau memaki, tidak melakukan hal-hal negatif, serta tidak diperkenankan mandi di kolam tanpa mengenakan busana. Peraturan ini ada lantaran objek wisata itu berada di tempat umum dan terbuka. Baik anak-anak hingga pengunjung dewasa mandi dalam satu kolam yang sama.

Faktanya, tidak hanya untuk pemandian air dari mata air soda itu juga digunakan untuk mengairi sawah warga.

Lokasi wisata pemandian air soda dapat ditempuh dengan jarak 320 km dari pusat Kota Medan, yang memakan waktu kurang lebih lima hingga enam jam perjalanan darat. Perjalanan itu akan melewati kawasan Danau Toba yang indah. Kini Anda bisa membayangkan bagaimana sensasi perjalanan menuju Kolam Air Soda Aek Rara yang sepanjang perjalanan itu berhias pemandangan yang mempesona.

Peta-Lokasi-Wisata-Kolam-Air-Soda
Peta Kolam Air Soda
Sensasi Mandi Soda di Kolam Air Soda, Tarutung