Belajar Sejarah Di Museum Kota Makassar

Saatnya kita mengetahui sejarah negeri kita, salah satu caranya dengan mengetahui sejarah kota-kota yang ada di negeri kita. Seperti Makassar, salah satu kota yang ada di pulau Sulawesi. Di tengah kota Makassar terdapat sebuah gedung tua berlantai dua bergaya eropa abad ke 17. Dinding-dindingnya yang tebal, jendela-jendela kayu yang lebar dan beberapa ornamen gantung yang … Baca Selengkapnya

Atraksi Bambu Gila di Maluku

Salah satu tradisi unik di tanah air yang traveler dan travelista perlu ketahui adalah tradisi Bambu Gila yang ada di Maluku. Atraksi yang bisa dibilang tarian tradisional ini masih terus dilestarikan hingga kini. Setidaknya, atraksi ini membutuhkan tujuh orang pemain yang rela berkeringat memeluk bambu yang berat dan bergoyang-goyang dengan sendirinya. Bambu bergoyang dengan sendirinya? … Baca Selengkapnya

Pohon jenazah bayi Tana Toraja

Tana Toraja, merupakan obyek wisata yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Kabupaten yang terletak sekitar 350 km sebelah Utara Makassar ini sangat terkenal dengan bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah adat ini bernama Tongkonan. Atapnya terbuat dari daun nipa atau kelapa dan mampu bertahan sampai 50 tahun. Tongkonan ini juga memiliki strata sesuai derajat kebangsawanan masyarakat seperti strata emas, perunggu, besi dan kuningan.

Selain upacara adat rambu solo (pemakaman) yang sudah kesohor selama ini di Tana Toraja. Ada juga kuburan bayi di atas pohon tarra di Kampung Kambira, Kecamatan Sangalla, sekitar 20 kilometer dari Rantepao, yang disiapkan bagi jenazah bayi berusia 0 – 7 tahun.

Meski mengubur bayi di atas pohon tarra itu sudah tidak dilaksanakan lagi sejak puluhan tahun terakhir, tetapi pohon tempat “mengubur” mayat bayi itu masih tetap tegak dan banyak dikunjungi wisatawan. Di atas pohon tarra yang buahnya mirip buah sukun yang biasa dijadikan sayur oleh penduduk setempat itu dengan lingkaran batang pohon sekitar 3,5 meter, tersimpan puluhan jenazah bayi.

Sebelum jenazah dimasukkan ke batang pohon, terlebih dahulu pohon itu dilubangi kemudian mayat bayi diletakkan ke dalam kemudian ditutupi dengan serat pohon kelapa berwarna hitam. Setelah puluhan tahun, jenazah bayi itu akan menyatu dengan pohon tersebut. Ini suatu daya tarik bagi para pelancong dan untuk masyarakat Tana Toraja tetap menganggap tempat tersebut suci seperti anak yang baru lahir.

Baca Selengkapnya

Batik Desa Wisata Kliwonan Sragen

Dunia mode dan fashion rasanya sudah tidak asing lagi dengan batik. Menyebut batik, ingatan seseorang akan melayang pada secarik kain dan pakaian khas Indonesia. Khususnya Pekalongan, Surakarta, dan Yogyakarta. Tiga kota itu selama ini lebih dikenal oleh para pecinta busana sebagai sentra penghasil batik. Namun jika ditelusuri lebih jauh, pusat-pusat produksi batik pun dapat ditemukan di daerah lain di Jawa Tengah.

Kabupaten Sragen, misalnya, adalah sentra produksi batik terbesar setelah Pekalongan dan Surakarta. Di Sragen, terdapat dua sub sentra batik yakni Kecamatan Plupuh dan Masaran

. Dua sub sentra tersebut memiliki beberapa desa penghasil batik. Letak mereka pun berdekatan, saling berseberangan di sisi utara dan selatan Sungai Bengawan Solo.

Baca Selengkapnya

prawirotaman, sebuah kawasan wisata yang menarik di yogyakarta

mungkin saya termasuk orang yang cukup sering ber wisata ke yogyakarta, selain bertujuan mencari makan juga ngga kalah penting untuk ber wisata. bagi saya yogyakarata tak akan pernah ada matinya, sebuah kota yang masih tertata dengan gaya orisinil dengan obyek obyek wisata yang mempunyai keunikan tersendiri bagi para penikmat wisata. bila berbicara yogyakarta pasti tak … Baca Selengkapnya

Sebuah inspirasi jelajah Indonesia

Suatu hari sekumpulan pemuda pemudi sedang merencanakan kemana akan menikmati liburan mereka, ada yang bilang ; “kita ke eropa, kita ke perancis ke paris, menikmati gemerlap kota disana sebagai sentra fashion dunia, ambil foto di menara indah Eiffel”, ” jangan, kita ke italia, mengunjungi venesia, kita menjelajah tengah kota dengan perahu”, “jangan, kita ke Madrid … Baca Selengkapnya

Sejarah Pandeglang

Menurut Staatsblad Nederlands Indie No. 81 tahun 1828, Keresidenan Banten dibagi tiga kabupaten: Kabupaten Utara yaitu Serang, Kabupaten Selatan yaitu Lebak dan Kabupaten Barat yaitu Caringin.

Kabupaten Serang dibagi lagi menjadi 11 (sebelas) kewedanaan. Kesebelas kewedanaan tersebut yaitu: Kewedanaan Serang (Kecamatan Kalodian dan Cibening), Kewedanaan Banten (Kecamatan Banten, Serang dan Nejawang), Kewedanaan Ciruas (Kecamatan Cilegon dan Bojonegara), Kewedanaan Cilegon (Kecamatan Terate, Cilegon dan Bojonegara), Kewedanaan Tanara (Kecamatan Tanara dan Pontang), Kewedanaan Baros (Kecamatan Regas, Ander dan Cicandi), Kewedanaan Kolelet (Kecamatan Pandeglang dan Cadasari) Kewedanaan Ciomas (Kecamatan Ciomas Barat an Ciomas Utara) dan Kewedanaan Anyer (tidak dibagi kecamatan). Menurut sejarah, pada tahun 1089 Banten terpaksa harus menyerahkan wilayahnya yaitu Lampung kepada VOC (Batavia). Saat itu Banten dipimpin oleh Sultan Muhamad menyusun strategi untuk melawan kekuasaan VOC. Sultan Muhamad menjadikan Pandeglang sebagai wilayah untuk menyusun kekuatan. Kekuatan kesultanan dipencar kepelosok Pandeglang seperti di kaki gunung Karang dan di pantai.

Baca Selengkapnya