Sate bakar yang terbuat dari gilingan daging ayam atau ikan ini beraroma rempah. Sate dibakar agar matang. Anda tak perlu saus untuk tambahan, karena dinikmati begini saja sudah enak.

nikmatnya sate lilit baliIni lah Sate Lilit Bali. Rasanya yang khas menjadikan sate ini pantas menjadi salah satu ikon kuliner Indonesia. Dahulu kalau tidak dibuat sendiri, mungkin susah untuk dapat menikmatinya. Tapi kini sudah mulai banyak dapat ditemui.

Salah satu nama yang sudah mulai dikenal ialah Sate Lilit De John, brand penjual Sate Lilit yang populer berkat media sosial dan promosi dari mulut ke mulut.

“Belakangan, orang banyak yang menyukai sate lilit, rasanya yang khas dan sederhana menjadi utama dapat diterima di lidah banyak orang,” ujar salah satu pengelola Sate Lilit De John, Bayu Pramana.

Bagi Bayu, daya tarik sate lilit terletak dari cita rasanya. Rempah yang dipakai menambah kaya rasa dan aroma sehingga menghadirkan selera.

“Sebenarnya bumbunya tak sulit, kita buat ‘base genep’ yaitu bumbu yang terbuat dari kencur, bawang, lada dan bumbu rempah lainnya. Kalau ingin lebih pedas, boleh ditambah cabai,” tuturnya.

Sate Lilit De John belum memiliki gerai sendiri. Hingga saat ini, Sate Lilit De John hanya disediakan berdasarkan pesanan. Tapi bagi Anda yang sempat mengunjungi Festival 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia, dapat menemuinya di salah satu booth di Mall of Indonesia, Kelapa Gading.

Pantauan kami, Sate Lilit De John tak pernah sepi. Bayu pun harus bolak-balik membakar sate baru.

“Antusias masyarakat bagus sekali, mungkin karena rasanya yang cocok di lidah kebanyakan orang,” ungkapnya.

Bayu mengakui, cita rasa Sate De John memang sudah disesuaikan kembali.

“Kalau yang asli dari Bali rasanya lebih asin dan aroma rempahnya tajam. Kalau rase sate lilit yang kita tawarkan sedikit memiliki rasa manis,” katanya lagi.

Ingin menikmatinya?, Anda hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar Rp 4.000 per tusuk untuk menyantap sate lilit bali.

Komen