Tanaman Dewadaru atau di pulau Jawa di kenal juga dengan nama Nagasari, tumbuh dari Himalaya sampai Asia Tengara dengan ketinggian 1500 m di atas permukaan laut. Tumbuhan ini berbentuk Perdu atau pohon tinggi 5-12 m.

Permukaan daun bagian bawah dari daun Dewadaru berwarna hijau laut sedangkan daun-daun yang masih muda berwarna merah atau putih, bunga dari Dewadaru ini berwarna putih (white showy flower ) dan dilapisi lilin pada bagian belakang kelopaknya.

pohon dewa daruDewadaru mempunyai nama latin Messua Ferrea L. dari suku Clusiaceae. Tumbuhan ini berasal dari India, derivat namanya berasal dari bahasa sansekerta yaitu Naga Kesara. Di Indonesia lebih dikenal dengan nama Nagasari. Kayunya yang kokoh dan berukuran besar banyak digunakan untuk bangunan, jembatan dan dermaga.

Pembudidayaan Dewadaru ini menghendaki tanah yang baik drainasenya dalam dan subur. Tanah liat berat adalah tempat-tempat yang kurang cocok untuk pertumbuhan pohon ini. Tumbuhan ini tidak tahan embun beku dan kekeringan. Kebanyakan Dewadaru ditanam dengan biji, ditanam langsung dikebun atau dideder dipersemaian lebih dahulu dengan jarak tanam 1,8 x 1,8 m, atau bisa diperbanyak dengan stek dan cangkok. Pertumbuhan umumnya lambat dengan kadar minyak astsiri tidak kurang dari 4,2 % u/v.

Bagian-bagian yang banyak digunakan untuk pengobatan adalah bunga, daun dan bijinya. Dari hasil penelitian, isi tanaman tersebut banyak lemak, protein, pati, asam palmitat, asam stearat, asam linolead, zat pahit, tanin dan minyak atsiri. Dari zat-zat yang dikandung tanaman ini, maka dewadaru dapat digunakan untuk mengobati diare, disentri, karena mengandung tanin dan zat pahit. Disamping itu digunakan juga untuk ekspectoran dengan sifat aromatiknya, serta sebagian haemostatic dll.

Bunga dari Dewadaru di gunakan juga sebagai obat lokal, obat kudis dan sebagai kosmetik. Pengobatan tradisional Hindu menggunakan bunga kering Dewadaru di jadikan dalam bentuk decoc untuk penggunaan secara internal sedangkan minyaknya untuk aplikasi pengobatan eksternal.

Menurut Burkill dan Haniff, dari suatu umbur didapatkan informasi bahwa decoc atau rebusansalah satu bagian pohon Dewadaru sangat baik digunakan untuk ibu-ibu sesudah melahirkan.

Dewadaru yang bentuk pohonya sangat rindang besar dan tinggi juga dianggap sebagai pohon keramat disalah satu daerah di Jawa Tengah. Daerah tersebut berupa pulau, untuk dapat kesana haruslah mengunakan transpotasi laut selama satu hari dari Jepara Pulau Karimunjawa banyak ditumbuhi pohon ini, menurut mitos pohon kayu Dewadaru tidak dapat dibawa keluar dari pulau tersebut, maka dipercaya bahwa itu suatu pertanda bakal mendapat berkah dan sugesti dari Yang Maha Kuasa.

Terlepas dari cerita keramatnya pohon Dewadaru, melihat dari khasiat yang terkandung didalamnya, maka tokoh-tokoh alternatif Jawa tengah mencoba menformula sediaan, obat tradisional yang berasal dari daun Dedawaru dengan menambahkan zat berkhasiat lainnya serta diproses secara alami. Tokoh-tokoh alternatif juga bermaksud membantu program pemerintah mewujudkan kesehatan nasional dengan menggalakkan pemakaian bahan-bahan alami yang berasal dari tumbuhan asli Indonesia.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *