TIBA-TIBA seorang pemuda datang dari arah tak terduga. Ia datang dari balik sebuah mobil yang meluncur dengan kecepatan tinggi, seperti terlontar dari pintu dan bergulung di jalan raya sehingga mengagetkan semua orang. Pemuda itu bangkit berdiri, lalu berjalan seolah tidak ada apapun yang terjadi padanya dan orang-orang di sekitarnya.

penjelajah-waktu
Menjelajahi Waktu

“Nama saya Karni, boleh saya meminta makanan?”

Pemuda itu segera melahap nasi bungkus yang kuberikan kepadanya. Setelah usai ia makan, aku pun mulai menanyakan beberapa pertanyaan telah mengganjal sejak ia muncul. Darimana asalnya, dan hendak kemana ia melalui jalan tersebut, atau tentang mengapa ia muncul dengan cara yang ganjil, dan sebagainya.

“Saya seorang penjelajah waktu,”

“Oh, seorang backpacker?”

“Bukan. Penjelajah waktu, time traveler, dan saya baru saja menyelamatkan diri dari peradaban pertama manusia yang tak kumengerti. Semua serba canggih sekaligus purba.”

Lalu kami terlibat dalam perbincangan yang belum pernah kualami. Setiap pertanyaanku ia jawab dengan sejarah yang seolah berkelindan dengan pengalaman inderawinya. Padahal selama ini hampir tidak pernah ada fakta-fakta yang pasti mengenai kehidupan manusia pada peradaban awal setelah Adam diturunkan ke Bumi. Semua hanya pendapat dan perkiraan saja.

Contohnya saja perbedaan pendapat antara para sejarawan tentang tahun kehidupan Nabi Adam. Seorang agamawan dari Irlandia, James Usher berpendapat bahwa kemunculannya terjadi sekitar tahun 4.004 SM. Sedangkan sejarawan bernama Josephus menyatakan bahwa laki-laki pertama itu muncul pada tahun 5.411 SM. Demikian juga seorang Ilmuwan bernama Adil Thaha Yunus yang menyatakan bahwa Nabi Adam muncul pada tahun 5.872 SM.

“Kau tahu kan kalau Peradaban Mesir Purba itu ada sebelum 70.000 tahun lalu? Aku sudah ke sana. Ukuran manusia saat itu sudah menyusut. Tapi mereka membangun piramida yang kini menjadi bangunan megah, besar dan menjulang bagi manusia masa kini,” katanya sembari meneruskan memakan nasi bungkus.

Para arkeolog menemukan naskah kuno di dalam piramida besar khufu (cheops) di Giza. Naskah itu menyebutkan bahwa piramida tersebut dibangun pada waktu gugusan bintang Lyra berada di rasi Cancer. Abu Said El Balchi mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar 72.000 tahun sebelum peristiwa hijrahnya nabi Muhammad SAW.

Alasan pembangunan Piramida Mesir berkaitan erat dengan pemujaan bangsa Mesir Purba terhadap Oziris (Osiris), yang dipercaya sebagai jelmaan Orion yang kemudian menjadi dewa kematian. Dalam relief-relief di piramida yang ditemukan, Oziris digambarkan sebagai dewa yang mengenakan mahkota putih tinggi. Lewat kesaktiannya, Oziris dengan mudah bisa membinasakan bumi dan isinya.

“Sejatinya Osiris itu adalah Nabi Idris,”

“Oya, bagaimana bisa?”

Seorang Penafsir Syaikh Thanthawi Jauhari dalam tafsirnya Jawahir menyatakan bahwa Oziris atau Idris adalah seorang Nabi utusan Allah kepada bangsa Mesir purba kala yang membawa ajaran-ajaran untuk umat manusia dan membawa perubahan besar. Nabi Idris dianugerahi kepandaian dalam berbagai disiplin ilmu. Ia juga dianugerahi kemahiran, serta kemampuan untuk menciptakan alat-alat yang mempermudah pekerjaan manusia. Dalam beberapa kisah juga dikatakan bahwa Idris sebagai nabi pertama yang mengenal tulisan, menguasai berbagai bahasa, ilmu perhitungan, ilmu alam, astronomi, dan lain sebagainya.

Sayid Quthub di dalam “Fi Zhilalil Quran“ juga memberatkan pendapatnya, atau mendukung pendapat Syaikh Thanthawi Jauhari.

“Kurang lebih 200 ribu tahun lalu…” kata Karni.

“Apa itu?

“Masa Nabi Adam.”

Saya browsing di Internet, satu-satunya informasi yang menyebutkan rentang jarak kenabian adalah yang dinukil dari hadits Imam Ja’far As-Shadiq , beliau  mengatakan bahwa “Antara Nabi Nuh As dan Nabi Ibrahim As terbentang jarak seribu tahun lamanya.”

Bila didasarkan pada masa kenabian Nabi Idris yang berjarak 72.000 tahun sebelum peristiwa Hijrah Rasulullah sesuai pendapat Thantawi Jauhari, maka didapati bahwa masa hidup nabi Adam sekitar 200.000 tahun lalu, atau bahkan jutaan tahun yang lalu.

Adam-Hawa
Adam dan Hawa

“Kau kan sudah ke sana…”

“Tidak,”

“Lantas?”

“Aku hanya membayangkannya saja.”

Saya pun meneruskan mencari tahu di Internet. Baru-baru ini, tim ilmuwan dari Inggris mengklaim bahwa sosok yang mereka anggap sebagai Adam tinggal di Bumi sekitar 209.000 tahun yang lalu — sekitar 9.000 tahun lebih awal dari perkiraan saat ini. Sebelumnya, tim peneliti dari University of Arizona menyimpulkan, Adam jauh lebih tua dari Hawa. Bahwa kromosom Y hadir 338.000 tahun yang lalu, jauh sebelum evolusi manusia.

Sementara, temuan terbaru menempatkan masa hidup ‘Adam’ dalam rentang waktu yang sama dengan belahan jiwanya, yaitu Hawa, nenek moyang genetika ibu manusia.

“Ya sudah, terimakasih makanannya…” Karni pergi entah ke mana. Pergi dan menghilang cepat sekali di balik kerumunan orang. Sedangkan saya sibuk menjelajah waktu.

Jelajah Waktu | Masa Adam dan Hawa