Kumpulan Cerita Menarik

Kumpulan Cerita Menarik – kisah Motivasi & artikel tentang misteri, wisata, tips

Menu

Simbol yang Sensitif

14 Januari 2015 | Artikel Unik

kumpulan cerita unikSimbol bukan tombol apalagi karambol. Gini, sering banget kan kita melihat banyak yang menggunakan simbol-simbol tertentu untuk menunjukan fashion statement mereka atau untuk cover album, sampul buku dan sebagainya. Tapi perlu kalian ketahui, bahwasanya kita perlu berhati-hati dalam menggunakan simbol-simbol tertentu. Karena beberapa ada yang sangat sensitif secara sejarah, kedaulatan dan personal. Seperti Jean Paul Sartre pernah bilang (terjemahan bebasnya), kebebasan kita itu dibatasi juga oleh kebebasan orang lain. Jadi kebebasan kamu mengekspresikan diri dibatasi oleh kebebasan orang lain untuk boleh tersinggung dengan pengekspresian diri kamu tersebut.

Simbol Agama
Jelas lah ya kalo yang ini, namanya simbol agama itu sakral buat penganutnya. Kalo kamu bukan penganut atau kurang paham terhadap simbol agama tertentu, mending pikir-pikir lagi deh untuk pake simbol itu apalagi kalo cuma buat gaya-gayaan. Jadi kalau misalnya kamu pria jawa muslim, ya ngapain deh ya sholat jumat pake kaos gambar hexagram a.k.a bintang david apalagi kaos bergambar bendera Israel. Mau ngasih statement apaan sih lagian? Yang ada malah keliatan tololnya nanti.

Simbol Negara
Kalau di Indonesia jelas banget terperinci cara menggunakan simbol negara diatur dalam undang-undang. Baik itu bendera, lambang negara, bahasa bahkan lagu kebangsaan. Kalau salah menggunakannya kita bisa kena sanksi hukum. Penjara maksimal 5 tahun dan denda 500 juta lho. Bukan cuma di Indonesia, di negara-negara lain juga ada aturannya kalau melecehkan lambang negara, terutama bendera. Kalau mau lengkapnya baca disini. Makanya hati-hati ah kalo lagi sok-sokan demonstrasi anti asing, jangan sembarangan bakar bendera negara lain. Bisa-bisa dianggap ngajak perang beneran.

Simbol Yang Berkaitan Dengan Tragedi Kemanusiaan
Kalo yang ini ga ada hukumnya memang, lebih ke kesadaran moral kita aja liat-liat situasi dan kondisi.
Contoh paling gampang yang paling sering jadi blunder adalah lambang dan gaya ala Nazi yang dijadiin fashion statement. Kayak misalnya pake seragam SS lengkap dengan segala atributnya (Schutzstaffel tentu saja, bukan Secret Service apalagi Super Sambal) di sebuah acara tertentu. Di Indonesia mungkin emang gak semua orang bisa relate dengan trauma tirani dan genosida yang terjadi pada masa itu, tapi ketika hal tersebut sampai ke dunia internasional, wah wah bisa panjang urusannya. Lagian ya, kenapa juga ada orang yang mau pake seragam itu buat gaya-gayaan doang hari gini sih? Emang bener-bener se-ignorant itu dengan sejarah atau emang fasis banget aja? Asal tau aja, fasis yang baik itu adalah fasis yang mati.

Gitu deh, jadi hati-hati ya kalau mau memakai simbol-simbol tertentu. Bisa berdampak nggak enak nantinya, mulai dari kamu dicap tolol luar biasa, memecah belah persatuan bahkan bisa dianggap sebagai ancaman perang. Heu. Ada banyak banget sebetulnya pemakaian simbol yang sering kali salah atau disalah artikan sama yang lihat. Itu bakalan jadi artikel berikutnya. Tapi kalau ada yang mau ditambahin sih ya silakan aja.

Komen

Related For Simbol yang Sensitif