Kumpulan Cerita Menarik

Kumpulan Cerita Menarik – kisah Motivasi & artikel tentang misteri, wisata, tips

Menu

Penyebab Gagal Liburan

Saya rasa, para traveler pastilah suka berwisata dan melihat-lihat berbagai tempat baru. Alasannya macam-macam, mulai dari ingin mencari suasana baru, ingin liburan, dan lain sebagainya. Namun sekarang coba kita pikirkan lagi, seberapa sering kita merencanakan sebuah perjalanan wisata namun batal dengan alasan A, B, dan C? Seberapa sering kita gagal untuk mewujudkan agenda wisata kita?

Memang sih, terkadang hal-hal yang membatalkan wisata bukan berasal dari keinginan kita. Misalnya saja, menjelang hari H ternyata ada kerabat yang meninggal. Atau tiba-tiba kita terkena sakit maupun terkena musibah lainnya sehingga seluruh rencana wisata harus ditunda dulu. Kalau alasannya karena itu, maka jelas itu diluar kuasa manusia. Siapa sih yang mau dapat musibah dan lain-lain sampai harus membatalkan wisata?

Masalahnya, disadari atau tidak, terkadang rencana perjalanan wisata itu gagal karena faktor diri kita sendiri lho, sesuatu yang seharusnya bisa kita cegah maupun kita siasati sehingga tak sampai mengganggu agenda wisata. Kata kunci dari kegagalan tersebut adalah “menunggu”. Berikut ini beberapa momen “menunggu” yang bisa menggagalkan wisata para traveler. Kira-kira pernah nggak mengalami hal-hal berikut ini?

1. Menunggu punya uang yang banyak, rejeki yang cukup, maupun menunggu menang hadiah

Ini mungkin salah satu alasan klasik yang sering menjadi alasan gagalnya sebuah rencana wisata. “Saya nggak punya uang”, atau “nanti deh nunggu menang undian dulu”, maupun “Perginya nanti saja kalau sudah ada rejeki” termasuk kalimat yang sering diucapkan oleh mereka yang sering gagal berwisata. Ujung-ujungnya, rencana wisata hanya sebatas indah diatas kertas saja dan tak pernah terwujud karena terus menerus menunggu.

Oke, uang memang krusial untuk sebuah perjalanan wisata. Namun jika terus menunggu datangnya rejeki lebih, maupun jika menunggu hingga mendapat undian, maka bisa jadi rencana perjalanan akan terus menerus tertunda. Siapa sih yang bisa memastikan kita akan mendapat rejeki lebih untuk wisata, karena urusan rejeki adalah rahasia Tuhan. Solusinya, daripada terus menunggu durian runtuh (alias tanpa adanya tindakan aktif), mengapa tidak mulai tindakan aktif dengan mengumpulkan uang alias menabung demi perjalanan wisata?

Tips lainnya, dan yang sedikit lebih pasti (walau momennya agak random), adalah dengan mulai rutin memantau aneka promo wisata. Harapannya, setidaknya bisa mendapat harga yang lebih terjangkau dibanding harga normal yang mungkin sesuai dengan budget.

2. Menunggu momen maupun tanggal yang tepat

Nah, ini dia alasan lainnya yang kerap menjadi biang keladi kegagalan sebuah rencana traveling. “Nanti lah, tunggu momen yang oke”, atau “Nanti deh, waktunya belum tepat nih”, atau salah satu yang sering di ucapkan: “Nanti aja, nunggu kalau anak-anak sudah besar” (uhuk!), termasuk contoh kalimat-kalimat yang secara disadari atau tidak menggagalkan rencana wisata. Ujung-ujungnya, karena terlalu ingin menunggu waktu yang tepat untuk berwisata, kita justru semakin tenggelam dalam rutinitas dan akhirnya rencana wisata cuma sebatas coretan di buku diari.

alasan gagal liburanSeperti halnya momen menunggu yang sudah disebut di nomor pertama, jika kita terus pasif dan menunggu datangnya waktu yang tepat, maka bisa dipastikan jika waktu tersebut tidak akan ada. Jadi, kenapa nggak coba menciptakan sendiri waktu yang tepat untuk berwisata? Caranya, coba deh memaksakan untuk mengalokasikan waktu khusus demi bisa berjalan-jalan dan patuhilah waktu tersebut (dalam artian kalau sudah ditetapkan jangan diulur-ulur lagi). Atau, coba pantau hari libur nasional yang kira-kira memungkinkan untuk berwisata dan tandai hari itu. Alternatif lainnya, kenapa nggak coba saja pergi secara spontan tanpa perencanaan yang ribet. Siapa tahu malah jadi kenangan wisata yang menyenangkan.

3. Menunggu teman seperjalanan maupun menunggu keputusan teman

Satu lagi momen menunggu yang bikin rencana perjalanan terus tertunda, atau malah batal. Pernah mengucapkan salah satu kalimat berikut ini nggak? “Pengen sih pergi, tapi si Anu lagi sibuk. Nunggu dia senggang dulu deh”, atau “Nggak ada teman yang bisa diajak jalan nih”, atau “Belum nemu teman seperjalanan yang cocok”, maupun “Kita belum mencapai kata sepakat mau liburan kemana nih” (biasanya dialami oleh mereka yang punya teman se-geng dan ingin pergi liburan bareng, namun masing-masing anggota punya keinginan yang berbeda). Ujung-ujungnya, rencana wisata pun batal karena teman kita sibuk maupun karena tidak ada yang bisa di ajak untuk jalan bareng dan lain sebagainya.

Daripada rencana wisata nggak jadi-jadi, coba deh sesekali melancong sendirian. Banyak lho keuntungan menjadi solo traveler, salah satunya kalian jadi lebih bebas untuk mengatur jadwal perjalanan, rute wisata, maupun bebas melakukan aneka aktifitas wisata gila tanpa harus mempertimbangkan keberatan dari teman seperjalanan. Tapi, jika seandainya kalian tidak cukup berani untuk pergi sendirian, minimal cobalah untuk berwisata menggunakan jasa tour dan travel. Kalian bisa bergabung dalam rombongan tour, dan salah satu sisi positifnya, kalian mungkin akan mendapat teman baru. Intinya, daripada menggantungkan seluruh rencana wisata pada orang lain, cobalah untuk menjadi traveler mandiri yang bisa pergi kapan saja kalian mau. Setuju?

4. Menunggu ijin orang tua

Satu lagi masalah klasik yang bisa menggagalkan liburan, yaitu menunggu turunnya ijin dari orang tua. Ini mungkin sering dialami oleh mereka yang masih berada dibawah pengawasan orang tua. Untuk mengatasinya, coba deh cari tahu kenapa orang tua sampai melarang untuk pergi berwisata. Apakah karena tujuan wisatanya terlalu jauh? Atau mungkin karena kalian akan pergi dengan orang baru yang sama sekali belum dikenal? Begitu mengetahui hal prinsip yang membuat ijin dari orang tua tak kunjung turun, cobalah bernegosiasi tentang hal tersebut.

Hayo, dari sekian banyak alasan, mana nih yang paling sering membuat rencana wisata kalian gagal?

Komen

Related For Penyebab Gagal Liburan